Tuesday, November 11, 2008

Tentang penayangan film Extra Large : Himbauan buat SCTV

Semalam jam 9-an iseng , bolak balik channel tv, ada “tanda mata” di trans 7, katanya sih pengganti empat mata yang di vonis dengan kejam oleh KPI karena kebablasan menampilkan tayangan yang “kurang pantas”

Lucunya hampir nggak beda tampilan “tanda mata” dengan pendahulunya “empat mata”, cuma bedanya nggak ada tukul aja, jadi kesannya garing, maksain


Pas ganti channel SCTV, astaga.. kaget banget gw, film Xtra Large... 

Bukan.. bukan film nya yang jadi masalah, in fact gw suka film ini, tapi JAM PENAYANGANNYA ini yang bermasalah, baru jam 9-an euy, apa nggak kesorean tuh? Jam segitu masih banyak anak2 yang masih piyik baru kelar belajar.. rileks sebelum di suruh tidur ortu masing2. 

Memang di film2 itu nggak ada (atau cuma sedikit) tampilan seronok, tapi banyak dialog2 dan tampilan ”atmosphere” yang belum pantas di konsumsi anak2, belum pantas di jejali ke otak anak2.

Dan barusan gw cek di situsnya SCTV ternyata film itu udah mulai main jam 20:00 atau jam 08:00 PM.. alamaaakkk

Aneh, empat mata yang menayangkan sedikit adegan ”kurang pantas” aja sampe di hentikan tayangannya, padahal jam tayangnya sendiri (kalo nggak salah) jam 10 – an ya (jarang nonton), jam segitu kayaknya ortu yang ”concern” sama perkembangan anak2nya biasanya udah pada ngelarang anak2 buat nonton tv, bed time.

Tapi film XL ini di tayangin jam 08:00 malam... gimana nih KPI ?

Buat SCTV, cobalah sedikit lebih bijaksana mengatur jadwal film, “Xtra Large” ini lebih cocok di kategorikan film “dewasa” dengan waktu penayangan diatas jam 10:00 PM, jangan di paksakan jadi kategori “Bimbingan Orangtua”

Semoga Tuhan melindungi generasi penerus bangsa Indonesia...

Thursday, October 30, 2008

Cara Memasak Kulit Pisang


Kulit pisang daripada dibuang sayang, mendingan dibuat makanan kecil sbb:

Bahan:
-kulit pisang jenis apa saja
-air kapur
-jeruk nipis
-tepung terigu 150 gram
-tepung sagu 50 gram
-telor ayam 1 butir
-gula pasir

Cara Membuat:
Kulit pisang direndam dulu dalam air kapur semalaman
setelah itu ditiriskan/diangin-anginkan. Lalu ditetesi jeruk nipis biar wangi.

Campurkan tepung terigu, tepung sagu, gula dan telor, kocok sampai lepas.

Celupkan kulit pisang satu per satu ke dalam adonan, goreng hingga
matang.

Jika sudah matang, silakan dibuang karena nggak enak kalo dimakan.
He..he..he..he..


Monday, September 22, 2008

Lautan Lumpur Kuseberangi...




... Ooh Indahnya Endon-esia ku

....Gagahnya kereta (L)api(ndo)... huekekekekek...

Monday, September 8, 2008

Sedikit Masukkan Buat TV Elshinta


Kehadiran stasiun TV yg satu ini bisa dibilang cemerlang, di usianya yg relatif muda tayangan2nya udah bisa bersaing sama pendahulu2 nya, berita2nya actual & info2 lain seperti tempat2 wisata di berbagai wilayah di indonesia cukup menarik, which is salah satu acara fav. gw

Cuma satu hal yg agak mengganjal nih buat gw, yakni kalau Elshinta mewawancarai orang, si kameraman kayaknya nepsong banget pengen nempelin kamera ke wajah orang yg lagi bicara, kalo yang di wawancara enak dilihat sih mendingan deh, seperti nadya vega, nikita willy, dll… nah kalo mukanya banyak jerawat atau gigi2nya nggak rapih, atau disorot pas dekat batang/lobang hidung yg kurang oke dilihat, aduh ampun deh bikin nggak selera, ini mengingatkan gw pada film G 30 S/PKI dulu, yang kadang2 di sorot mulutnya doang pas lagi ngemeng, ya walaupun nggak se-ekstrim itu tapi nggak beda2 jauh lah.

Ini jelas ngeganggu banget

Untuk itu kalo boleh gw kasih masukkan buat bapak/ibu, om/tante yg berwenang di stasiun tsb. mohon supaya di pertimbangkan lagi, mungkin policy di manajemen Elshinta mengharuskan wawancara harus full face kayak gitu? Ya di ubahlah sikit buat kenyamanan pemirsa… maksudnya kalo lagi wawancara mbokya di kasih jarak agak jauh sikit, nggak perlu di tempelin itu wajah si orang yg di wawancara, ini kan tv konvensional bukan tayangan bokep


Wednesday, August 27, 2008

Testament & WSBK : Cuma Impian Babu


WSBK di sentul.. wah seneng banget dengernya, akhirnya harapan gw untuk bisa menyaksikan lagi secara langsung balapan kelas dunia bisa segera terwujud walaupun bukan motogp, udah kebayang suara yang keluar dari knalpot Bayliss, Haga, Corser, dll nya yang bisa memacu adrenalin kuenceng banget sekaligus bernostalgia aksi Doohan dkk di ajang GP500 & Rossi di GP125 tahun 96 & 97 lalu. Sebagai “pemanasan” gw sempatkan diri nonton balap FARRC beberapa bulan lalu di satu2nya sirkuit internasional yg di punyai Indonesia itu.

Tapi… harapan itu sirna, dan lenyap nyap! pas dapat konfirmasi WSBK ga jadi mampir di negeri yang konon ramah, subur dan indah ini (dirangkum dalam satu kata : primitif), alasannya : (konon) gak ada dana, oalah… kemana perginya para penyandang dana itu? Perusahaan telekomunikasi? Pemilik Hotel & penginapan ? Pengusaha Transportasi? Makanan? Percetakan? dll ? dsb? Apa mereka nggak mikir berapa keuntungan yang bisa di raup dari kehadiran sirkus WSBK ini? Dukungan dari pemerintah pun kayaknya nol besar… ow lagi pada sibuk persiapan pemilu kali ya (tapi kalo denger duit banyak langsung pada maju deh)

Ya sudah lah… gw nungguin Testament hadir aja… tapi lagi2 cuma harapan babu yang nggak kesampean, gw cek di tour date di situs resmi mereka, jadwal jakarta udah di take out tuh… nasib.. nasib…

Ibarat ngimpi ketemu Maria Ozawa tapi belum sampe klimaks jam weker udah keburu nyala… nggantung deh… oughk I miss my vaseline


Tuesday, July 29, 2008

Burung Pak Kepala Desa

 

Seorang Kepala Desa memiliki hobi memelihara burung.
Pada suatu pagi, burung kesayangannya hilang. Wah, marah sekali dia.
Pak KaDes membawa masalah itu dalam pertemuan mingguan di desanya.

KaDes : " Siapa di sini yang punya burung ? "

Segera seluruh laki-laki yang hadir angkat tangan.

Kaget, pak KaDes mengoreksi :

" Bukan, maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung ? "

Seluruh perempuan yang hadir angkat tangan.
Dengan muka merah padam pak KaDes menyambung,

" Maaf, bukan itu maksud saya. Maksud saya, siapa di antara kalian yang pernah lihat burung yang bukan milik sendiri ? "

Separuh perempuan yang hadir angkat tangan.
Muka pak KaDes makin merah. Gugup.

" Maaf sekali lagi, bukan ke arah itu pertanyaan saya. Maksud saya, siapa
yang pernah lihat burung saya ? "

Sontak, isteri pak KaDes angkat tangan, disusul lima perempuan lain dengan malu-malu.

Muka bu KaDes merah padam . . . . .

Muka pak KaDes merah legam . . . . .

Semua yang hadir tegang . . . . . .

Pak KaDes melarikan diri . . . . .


Thursday, July 24, 2008

You never know what you're gonna get...



You can't always get what you wish for... LOL


 

Have a nice weekend everyone...!!!